Apakah Urus CDAKB di Surve?

Apakah Urus CDAKB di Surve? – Dalam dunia bisnis alat kesehatan, CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik) merupakan sertifikasi yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa perusahaan telah menjalankan kegiatan distribusi sesuai dengan standar mutu dan keamanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Selain itu, banyak perusahaan juga memanfaatkan jasa izin PKRT dan layanan perizinan lainnya untuk memastikan semua aspek legal dan mutu terpenuhi sebelum diaudit.

Namun, banyak pelaku usaha distributor alat kesehatan masih bingung ketika memasuki proses perizinan CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik). Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah “Apakah urus CDAKB di surve?”. Kebingungan ini muncul karena proses perizinan alat kesehatan melibatkan lebih dari sekadar pengunggahan dokumen. Ada tahap evaluasi, verifikasi, hingga pemeriksaan lapangan (onsite). Oleh karena itu, memahami apakah proses CDAKB disurve atau tidak menjadi penting agar perusahaan dapat mempersiapkan diri secara tepat.

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap dan mendalam mengenai apakah urus CDAKB di surve, bagaimana proses surveinya, apa yang diperiksa saat survei, serta bagaimana Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia dapat membantu perusahaan Anda dalam mempersiapkan seluruh proses tersebut.

| baca juga : Apa Itu Alat Kesehatan

Apa Itu CDAKB dan Mengapa Harus Disurvei?

CDAKB atau Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik merupakan standar resmi Kementerian Kesehatan yang mengatur seluruh proses distribusi alat kesehatan, mulai dari penyimpanan, pengiriman, dokumentasi, hingga penanganan keluhan. Sertifikat ini menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi standar mutu dan keamanan distribusi alat kesehatan. Banyak pelaku usaha yang baru memulai bisnis distribusi alat kesehatan juga memanfaatkan jasa pendirian PT/CV untuk memastikan legalitas badan usaha mereka sesuai sebelum mengajukan sertifikat CDAKB.

Tujuan utama dari CDAKB adalah untuk memastikan mutu dan keamanan alat kesehatan tetap terjaga hingga sampai ke tangan pengguna. Karena itu, Kemenkes tidak hanya menilai dokumen administrasi, tetapi juga harus memastikan bahwa sistem dan sarana distribusi perusahaan benar-benar memenuhi standar melalui proses survei atau audit lapangan.

Setiap perusahaan yang ingin mendistribusikan alat kesehatan kategori risiko rendah hingga tinggi wajib memiliki Sertifikat CDAKB. Prosesnya diajukan melalui OSS-RBA yang kemudian terhubung ke sistem SerAlkes Kemenkes.

Jadi, menjawab pertanyaan “Apakah urus CDAKB di surve?” Jawabannya adalah YA. Pengurusan sertifikat CDAKB wajib melalui surve atau audit sebagai bagian dari proses verifikasi pemenuhan standar.

| baca juga : Cara Cek Izin Edar Alat Kesehatan

Apa yang Dimaksud dengan Surve atau Audit CDAKB?

Surve CDAKB adalah kegiatan pemeriksaan langsung oleh auditor Kementerian Kesehatan atau tim yang ditunjuk untuk mengevaluasi penerapan standar distribusi alat kesehatan. Tujuannya adalah memastikan bahwa perusahaan benar-benar memenuhi syarat sebelum sertifikat CDAKB diterbitkan. Banyak perusahaan distributor alat kesehatan juga memastikan legalitas merek usahanya melalui layanan Jasa Daftar Merek, sehingga dokumen identitas usaha lebih lengkap dan siap ditunjukkan saat proses audit.

Survei dilakukan setelah perusahaan mengajukan permohonan CDAKB dan dokumen administrasi sudah sesuai. Pemeriksaan lapangan ini sangat detail dan menyangkut aspek teknis, legal, manajemen mutu, SOP, hingga fasilitas fisik.

Dengan demikian, pernyataan “Apakah urus CDAKB di surve?” memiliki jawaban yang mutlak: Ya, surve adalah bagian wajib dari proses penilaian CDAKB.

| baca juga : Cara Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan

Mengapa Survei CDAKB Penting?

Survei CDAKB adalah tahapan krusial dalam proses penerbitan Sertifikat Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Survei dilakukan oleh auditor Kementerian Kesehatan untuk memastikan bahwa perusahaan benar-benar menerapkan standar distribusi alkes secara konsisten, bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan dokumen. Banyak perusahaan yang sudah melengkapi legalitas dan dokumen pendukung misalnya melalui layanan Jasa Daftar Hak Cipta untuk perlindungan aset intelektual mereka lebih mudah membuktikan kesiapan administratif saat proses audit. Tanpa survei, pemerintah tidak dapat memvalidasi apakah perusahaan mampu menjaga mutu, keamanan, dan keaslian alat kesehatan selama proses distribusi. Inilah alasan utama mengapa survei menjadi langkah wajib sebelum sertifikat CDAKB diterbitkan.

Selain memastikan kesesuaian dokumen dengan praktik lapangan, survei CDAKB juga penting untuk menilai kelayakan fasilitas fisik seperti gudang, sistem penyimpanan, alat monitoring suhu, prosedur penerimaan dan pengiriman barang, serta kompetensi personel yang bertanggung jawab. Melalui survei, auditor dapat melihat langsung apakah SOP benar-benar diterapkan, apakah proses mutu berjalan, dan apakah perusahaan sudah meminimalkan risiko kerusakan produk. Survei ini menjamin bahwa perusahaan distributor alat kesehatan beroperasi sesuai pedoman nasional, sehingga alat kesehatan yang sampai ke masyarakat tetap aman, terjaga kualitasnya, dan memenuhi persyaratan hukum.

| baca juga : Kenapa Alat Kesehatan Harus Ada Izin Edar

Terdapat beberapa alasan kenapa tahap surve atau audit CDAKB wajib dilakukan:

1. Memastikan penerapan standar mutu nyata, bukan hanya dokumen
Banyak perusahaan bisa membuat SOP yang baik, tetapi penerapannya belum tentu berjalan. Surve memastikan bahwa proses distribusi alat kesehatan benar-benar aman.

2. Mengurangi risiko alat kesehatan rusak atau tidak sesuai mutu
Distribusi adalah tahap krusial yang menentukan kualitas alat kesehatan saat sampai di fasilitas pelayanan kesehatan.

3. Memastikan perusahaan memiliki fasilitas yang layak
Mulai dari gudang, rak, label, monitoring suhu, hingga proses keluar masuk barang.

4. Menjadi dasar penerbitan sertifikat CDAKB
Tanpa surve, perusahaan tidak akan mendapatkan sertifikat CDAKB meskipun dokumen sudah lengkap.

Dengan demikian, survei CDAKB bukan hanya formalitas, melainkan tahapan penting untuk memastikan bahwa alat kesehatan yang beredar di masyarakat benar-benar aman dan terjamin mutunya.

| baca juga : Registrasi Alat Kesehatan yang Mudah Bagaimana

Apakah Urus CDAKB di surve
Apakah Urus CDAKB di surve

Tahapan Proses Survei CDAKB

Proses survei CDAKB merupakan langkah penting dalam penerbitan Sertifikat Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) oleh Kementerian Kesehatan. Berikut tahapan proses survei CDAKB secara lengkap:

1. Pemberitahuan Jadwal Survei dari Kemenkes

Setelah perusahaan mengajukan CDAKB melalui OSS-RBA dan dokumen dinyatakan lengkap di sistem SerAlkes, tim auditor Kemenkes akan mengirimkan pemberitahuan jadwal survei. Informasi ini berisi waktu, auditor yang bertugas, serta daftar dokumen yang harus disiapkan.

2. Pemaparan Awal (Opening Meeting)

Pada hari survei, auditor melakukan opening meeting bersama penanggung jawab perusahaan. Tahap ini meliputi:
• Penjelasan ruang lingkup survei
• Pembagian area pemeriksaan
• Penjelasan metode audit
• Konfirmasi struktur organisasi dan penanggung jawab mutu
Opening meeting memastikan perusahaan memahami alur pemeriksaan sebelum survei dimulai.

3. Pemeriksaan Dokumen Mutu

Auditor akan menilai seluruh dokumen yang terkait dengan penerapan CDAKB, termasuk:
• SOP distribusi
• Formulir mutu
• Struktur organisasi
• Bukti pelatihan personel
• Prosedur penanganan keluhan dan recall
• Catatan pengendalian dokumen
Dokumen harus lengkap, konsisten, dan sesuai dengan implementasi di lapangan.

4. Pemeriksaan Fasilitas (Onsite Inspection)

Tahap ini adalah inti dari survei CDAKB. Auditor akan memeriksa langsung fasilitas perusahaan, meliputi:
• Gudang penyimpanan
• Area penerimaan dan pengeluaran barang
• Sistem rak dan penyusunan barang
• Kebersihan dan keamanan fasilitas
• Alat monitoring suhu & kelembapan
• Penanganan barang retur & rusak
• Proses pengiriman barang
Pemeriksaan ini menentukan apakah fasilitas telah memenuhi standar CDAKB secara nyata, bukan hanya tertulis.

5. Observasi Implementasi Proses Distribusi

Auditor menilai apakah perusahaan benar-benar menjalankan SOP sesuai prosedur, seperti:
• Penerimaan barang (incoming)
• Pemeriksaan dokumen pembelian
• Pencatatan stok
• Pengendalian barang kadaluarsa
• Proses pengiriman ke fasilitas kesehatan
Tahap ini membuktikan kesesuaian antara SOP dengan praktik lapangan.

6. Wawancara Personel

Auditor akan mewawancarai personel yang terlibat dalam distribusi dan pengelolaan mutu untuk memastikan kompetensi, pemahaman prosedur, serta tanggung jawab masing-masing.

7. Penyampaian Temuan (Closing Meeting)

Setelah pemeriksaan selesai, auditor melakukan closing meeting untuk menyampaikan:
• Temuan mayor (ketidaksesuaian besar)
• Temuan minor
• Saran perbaikan
• Batas waktu perbaikan (jika ada)
Perusahaan wajib menindaklanjuti semua temuan sesuai waktu yang ditetapkan.

8. Tindak Lanjut & Perbaikan

Perusahaan harus mengirimkan bukti tindak lanjut atas temuan auditor, seperti:
• Revisi SOP
• Foto perbaikan fasilitas
• Bukti pelatihan
• Catatan pengendalian baru
Tahap ini menjadi penentuan apakah perusahaan dinyatakan lulus survei.

9. Penilaian Akhir & Penerbitan Sertifikat CDAKB

Jika seluruh temuan sudah diperbaiki dan perusahaan dinyatakan memenuhi standar, Kemenkes akan menerbitkan Sertifikat CDAKB, yang biasanya berlaku selama 5 tahun.

| baca juga : Apa Saja Legalitas Alat Kesehatan yang Harus Dimiliki?

Persiapan Penting Sebelum Survei CDAKB

Karena urus CDAKB di surve, maka perusahaan harus benar-benar siap sebelum audit dilakukan. Berikut hal-hal penting yang harus dipersiapkan:

• Dokumen lengkap dan tersusun rapi, seperti SOP distribusi, catatan penerimaan barang, laporan pengiriman, dan bukti audit internal. Banyak perusahaan yang sudah terbiasa menyiapkan dokumen legal lainnya misalnya melalui layanan Jasa Sertifikasi Halal untuk produk tertentu cenderung lebih siap dalam penyusunan berkas administrasi sebelum proses audit CDAKB.
• Kondisi gudang sesuai standar CDAKB, termasuk kebersihan, sistem ventilasi, dan keamanan penyimpanan.
• SDM yang terlatih, terutama personel penanggung jawab distribusi alat kesehatan.
• Peralatan pendukung distribusi seperti rak penyimpanan, alat ukur suhu, dan kendaraan distribusi yang memenuhi ketentuan.

Bagi perusahaan baru, mempersiapkan semua aspek ini tentu membutuhkan waktu dan pemahaman regulasi yang baik. Oleh karena itu, menggunakan Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia menjadi solusi praktis agar proses survei CDAKB dapat berjalan lancar dan efisien.

| baca juga : Syarat Menjadi Distributor Alat Kesehatan

Apa Saja yang Diperiksa dalam Surve CDAKB?

Saat menjawab pertanyaan “Apakah urus CDAKB di surve?”, penting juga memahami bagian apa saja yang diperiksa. Berikut checklist umum pemeriksaan:

1. Pemeriksaan Fasilitas Fisik

Auditor akan memeriksa:
• Ruang penyimpanan (gudang)
• Sirkulasi udara dan kebersihan
• Rak penyimpanan dan pengaturan stok
• Jalur penerimaan barang
• Ruang untuk barang retur atau barang rusak
• Sistem keamanan gudang
• Peralatan monitoring suhu dan kelembapan

2. Pemeriksaan Proses Distribusi

Auditor memeriksa alur:
• Penerimaan barang
• Karantina barang (jika ada)
• Penyimpanan
• Pengeluaran barang
• Pengemasan
Setiap proses harus ada SOP-nya dan harus dibuktikan penerapannya.

3. Pemeriksaan Sistem Mutu

Termasuk:
• Pengendalian dokumen
• Penanganan keluhan
• Penarikan kembali (recall)
• Validasi peralatan
• Pelatihan personel
• Audit internal

4. Pemeriksaan Legalitas dan Administrasi

Seperti:
• NIB dan sertifikat standar OSS-RBA
• Struktur organisasi
• Deskripsi pekerjaan
• Catatan inventaris
• Bukti pelatihan personel

Banyak perusahaan yang sudah terbiasa mengurus dokumen regulatori lainnya misalnya melalui layanan Jasa Izin Kosmetik untuk produk kecantikan lebih mudah memahami alur kepatuhan dokumen sehingga lebih siap menghadapi surve CDAKB.

Dengan begitu, surve CDAKB bukan sekadar kunjungan formalitas. Prosesnya benar-benar mendalam. Itulah mengapa banyak pelaku usaha akhirnya berkata: “Ternyata urus CDAKB tidak cukup hanya unggah dokumen, ternyata benar-benar disurve secara detail.”

| baca juga : Izin Distributor Alat Kesehatan Itu Apa?

Alur Lengkap Pengurusan CDAKB Hingga Surve

Agar semakin jelas dalam menjawab “Apakah urus CDAKB di surve?”, berikut alur lengkapnya:

1. Pengajuan NIB dan Sertifikat Standar OSS-RBA
Perusahaan wajib memiliki NIB dengan risiko tinggi untuk sektor alat kesehatan.

2. Melengkapi Dokumen Teknis CDAKB

Termasuk:
• SOP lengkap
• Struktur organisasi
• Bukti pelatihan
• Formulir mutu
• Foto fasilitas
• Dokumen pengendalian distribusi

3. Upload Dokumen ke Sistem SerAlkes
OSS-RBA akan otomatis terhubung ke SerAlkes.

4. Evaluasi Dokumen
Tim Kemenkes akan memeriksa kelengkapan dokumen.

5. Surve / Audit CDAKB
Ini adalah tahap kunci yang menjawab pertanyaan utama artikel ini.

6. Penerbitan Sertifikat CDAKB
Jika surve dinyatakan lulus, barulah sertifikat terbit.

| baca juga : Cara Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan Resmi

Berapa Lama Proses Survei CDAKB?

Proses survei CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan biasanya berlangsung 1–2 hari kerja, tergantung pada ukuran gudang, kompleksitas distribusi, dan kesiapan perusahaan. Untuk perusahaan dengan fasilitas kecil sampai menengah, survei sering selesai dalam 1 hari penuh. Namun bila fasilitas lebih luas, memiliki cabang, atau auditor membutuhkan klarifikasi tambahan, survei dapat berlangsung hingga 2 hari. Banyak perusahaan yang sudah terbiasa menyiapkan dokumen regulatori lain misalnya melalui layanan Jasa Izin BPOM untuk produk tertentu lebih mudah menyesuaikan diri dengan proses audit CDAKB karena sudah familiar dengan standar kepatuhan dan dokumentasi.

Setelah survei lapangan selesai, auditor Kemenkes akan mengadakan closing meeting untuk menyampaikan temuan mayor, minor, atau rekomendasi perbaikan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, perusahaan akan diberikan waktu 7–14 hari untuk menyiapkan tindak lanjut dan bukti perbaikannya. Semakin cepat perusahaan menindaklanjuti temuan, semakin cepat proses evaluasi berlanjut ke tahap akhir.

Secara total, mulai dari hari survei hingga perbaikan disetujui auditor, proses ini biasanya memakan waktu 1–3 minggu. Namun jika perusahaan sudah sangat siap baik dari segi dokumen, fasilitas, maupun kompetensi personel proses bisa berjalan jauh lebih cepat dan lancar.

Dengan persiapan matang, baik dari sisi SOP, dokumen mutu, alur distribusi, hingga kesiapan wawancara personel, durasi survei CDAKB Kemenkes dapat lebih efisien dan hasil penilaian jauh lebih baik. Dengan pendampingan dari Permatamas Indonesia, waktu pengurusan bisa lebih efisien karena seluruh dokumen dan sistem sudah disiapkan sesuai standar sebelum survei dilaksanakan.

| baca juga : Syarat Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan

Apakah Survei CDAKB Dilakukan untuk Semua Jenis Perusahaan?

Ya, semua perusahaan yang ingin mendapatkan CDAKB wajib menjalani survei lapangan, baik itu perusahaan distribusi besar, kecil, maupun importir alat kesehatan. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya telah melengkapi legalitas bisnisnya misalnya melalui layanan Jasa Pendaftaran Merek untuk perlindungan identitas usaha lebih siap mengikuti proses audit karena dokumen perusahaan sudah tertata dengan baik sejak awal.

Namun, skala audit bisa berbeda tergantung pada jenis dan volume distribusi alat kesehatan yang dilakukan. Untuk perusahaan kecil, penilaian mungkin lebih sederhana, tetapi tetap harus memenuhi standar utama CDAKB.

Kemenkes memastikan bahwa setiap entitas distribusi yang memegang alat kesehatan bertanggung jawab menjaga mutu dan keamanan produk dari awal hingga sampai ke pengguna akhir.

| baca juga : Biaya Resmi Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan

Kesalahan Umum Agar Tidak Gagal Surve CDAKB

Jawaban “Apakah urus CDAKB disurve?” sudah pasti ya, namun bagaimana agar tidak gagal? Banyak perusahaan gagal surve karena:

• SOP tidak sesuai dengan praktik lapangan
• Gudang tidak memenuhi standar
• Tidak ada alat monitoring suhu
• Personel tidak memahami tugasnya
• Dokumen mutu tidak lengkap
• Struktur organisasi tidak jelas
• Ruang penyimpanan bercampur dengan barang non-alkes

Untuk menghindari kegagalan, pendampingan profesonal dari Permatamas Indonesia, waktu pengurusan bisa lebih efisien karena seluruh dokumen dan sistem sudah disiapkan sesuai standar sebelum survei dilaksanakan.

| baca juga : Siapa yang Menerbitkan Izin Edar Alat Kesehatan

Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia

Mengurus CDAKB tanpa pendamping profesional sering kali menyebabkan keterlambatan atau penolakan karena kesalahan teknis dan administrasi. Dengan Permatamas Indonesia, Anda akan mendapatkan keuntungan berikut:

• Pendampingan penuh hingga sertifikat terbit.
• Simulasi survei internal sebelum audit resmi dari Kemenkes.
• Konsultasi gratis untuk memahami proses dan standar CDAKB.
• Biaya transparan tanpa biaya tersembunyi.
• Jaminan 100% uang kembali jika izin tidak terbit sesuai ketentuan.

Permatamas Indonesia merupakan perusahaan konsultan perizinan resmi. Selain fokus pada perizinan alat kesehatan, Permatamas juga memiliki pengalaman dalam layanan lain seperti jasa izin herbal, sehingga dapat membantu berbagai kebutuhan legalitas usaha Anda secara menyeluruh dan terintegrasi.

📍 Alamat: Plaza THB Lt. 2 Blok F2 No. 61, Kota Bekasi
📞 WhatsApp: +62 857-7763-0555
🌐 Website: www.izinalkes.com

Selain menangani pengurusan CDAKB, Permatamas juga melayani:

• Registrasi Izin Edar Alat Kesehatan (AKL/AKD).
• Izin Produksi Alat Kesehatan.
• Sertifikasi Halal Produk Alkes.
• Legalitas Usaha Bidang Kesehatan.

Dengan layanan menyeluruh tersebut, Permatamas menjadi mitra strategis untuk semua kebutuhan legalitas alat kesehatan Anda.

| baca juga : Produk Alat Kesehatan Meliputi Apa Saja?

FAQ – Apakah Urus CDAKB di Survei?

1. Apakah pengurusan CDAKB pasti disurvei oleh Kemenkes?

Ya. Semua proses pengajuan CDAKB wajib melalui survei atau audit lapangan oleh auditor Kemenkes. Survei dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan menerapkan standar distribusi alat kesehatan sesuai regulasi, bukan hanya melengkapi dokumen.

2. Siapa yang melakukan survei CDAKB?

Survei dilakukan oleh auditor resmi Kementerian Kesehatan atau tim yang ditetapkan melalui sistem SerAlkes. Auditor akan memeriksa dokumen, fasilitas, proses distribusi, serta kompetensi personel.

3. Berapa lama proses survei CDAKB berlangsung?

Rata-rata 1–2 hari kerja, tergantung ukuran fasilitas, kompleksitas distribusi, serta kesiapan perusahaan. Untuk perusahaan yang sudah rapi secara dokumen dan fasilitas, survei dapat selesai lebih cepat.

4. Apa saja yang diperiksa dalam survei CDAKB?

Auditor memeriksa empat aspek utama:
• Fasilitas fisik (gudang, rak, kebersihan, suhu, kelembapan)
• Proses distribusi (penerimaan, penyimpanan, pengiriman)
• Sistem manajemen mutu (SOP, audit internal, keluhan, recall)
• Legalitas & administrasi (NIB, struktur organisasi, bukti pelatihan)

5. Apakah semua perusahaan distributor wajib menjalani survei?

Ya. Baik distributor kecil, besar, maupun importir alat kesehatan tetap wajib melalui survei. Tingkat kerumitan audit menyesuaikan skala usaha, namun prinsip utama CDAKB tetap harus dipenuhi.

6. Apa yang terjadi setelah survei selesai?

Auditor akan menyampaikan temuan mayor/minor dalam closing meeting. Jika ada temuan, perusahaan diberi waktu 7–14 hari untuk melakukan perbaikan dan mengirimkan buktinya.

7. Apakah bisa gagal dalam survei CDAKB?

Bisa. Perusahaan dapat dinyatakan belum memenuhi syarat jika:
• SOP tidak sesuai praktik
• Gudang tidak memenuhi standar
• Personel tidak memahami tugas
• Dokumen mutu tidak lengkap
• Fasilitas tidak mendukung proses distribusi yang aman
Namun kegagalan bisa diperbaiki dengan tindak lanjut dan pembenahan.

8. Apakah CDAKB bisa diterbitkan tanpa survei?

Tidak bisa. Survei merupakan syarat wajib. Tanpa lulus survei, Kemenkes tidak akan menerbitkan sertifikat CDAKB meskipun dokumen sudah di-upload lengkap.

9. Berapa lama proses sampai sertifikat CDAKB terbit setelah survei?

Jika perusahaan cepat menindaklanjuti temuan, proses dapat selesai 1–3 minggu setelah survei. Jika dokumen dan fasilitas sudah sangat rapi, proses bisa lebih cepat.

10. Bagaimana cara mempersiapkan survei CDAKB agar tidak gagal?

Pastikan:
• SOP sesuai praktik lapangan
• Gudang memenuhi standar CDAKB
• Tersedia alat monitoring suhu
• Dokumen administrasi lengkap
• Personel paham tugas masing-masing
• Sistem distribusi berjalan sesuai regulasi

Pendampingan oleh konsultan berpengalaman seperti Permatamas Indonesia sangat membantu dalam mempersiapkan dokumen dan fasilitas sesuai standar sebelum survei dilakukan.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

jasa urus izin edar pkrt
jasa urus izin edar pkrt

Apa Itu CDAKB KEMENKES?

Apa Itu CDAKB KEMENKES? – CDAKB atau Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik adalah standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk memastikan bahwa seluruh proses distribusi alat kesehatan dilakukan secara aman, terarah, dan memenuhi kualitas yang ditetapkan. Standar ini mengatur bagaimana perusahaan distributor menerima, menyimpan, menangani, hingga menyalurkan alat kesehatan agar tetap terjaga mutunya sampai ke pengguna akhir. Dengan adanya CDAKB, pemerintah memastikan bahwa produk yang beredar tidak hanya memenuhi standar produksi, tetapi juga tetap aman selama proses distribusi. Apa Itu CDAKB? juga menjadi landasan penting bagi perusahaan yang ingin memastikan praktik distribusi mereka selaras dengan peraturan kesehatan nasional, termasuk bagi pelaku usaha yang sedang menggunakan jasa izin PKRT untuk melengkapi legalitas usahanya.

Sebagai bagian dari persyaratan legalitas, CDAKB wajib dipenuhi oleh perusahaan yang ingin mendapatkan atau mempertahankan izin distribusi, termasuk IDAK (Izin Distribusi Alat Kesehatan). Untuk memenuhi standar ini, perusahaan harus memiliki fasilitas penyimpanan yang sesuai, dokumentasi operasional yang rapi, penanggung jawab teknis yang kompeten, serta sistem manajemen mutu yang berjalan. Implementasi CDAKB tidak hanya fokus pada fasilitas fisik, tetapi juga pada prosedur seperti SOP penyimpanan, penanganan komplain, penarikan produk (recall), hingga pengendalian risiko. Bagi pelaku usaha yang belum memahami detail teknis tersebut, memanfaatkan layanan profesional sangat membantu. Apa Itu CDAKB? adalah bagian dari Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang menyediakan pendampingan lengkap dalam memenuhi seluruh persyaratan dan audit CDAKB.

Selain menjadi kewajiban regulasi, CDAKB membawa banyak manfaat strategis bagi perusahaan. Sertifikasi CDAKB meningkatkan kepercayaan mitra bisnis, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan karena menunjukkan bahwa perusahaan sudah memenuhi standar distribusi yang diakui pemerintah. Implementasi CDAKB juga membantu perusahaan mengurangi risiko kerusakan produk, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing di industri alat kesehatan. Dengan memahami dan menerapkan CDAKB secara konsisten, perusahaan dapat membangun reputasi yang kuat sekaligus memastikan bahwa produk alat kesehatan yang mereka distribusikan aman, bermutu, dan sesuai regulasi.

| baca juga : Apa Itu IDAK KEMENKES?

Latar Belakang Ditetapkannya CDAKB

Agar dapat memahami lebih dalam apa CDAKB, penting untuk mengetahui mengapa pedoman ini dibuat.

CDAKB disusun untuk menjawab tantangan dalam menjaga mutu alat kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Banyak kasus di mana alat kesehatan mengalami penurunan kualitas selama proses distribusi akibat penyimpanan atau transportasi yang tidak sesuai standar. Dalam konteks kepatuhan legalitas usaha, memahami standar ini menjadi sama pentingnya seperti ketika perusahaan menggunakan layanan jasa daftar merek untuk memastikan identitas usaha mereka terlindungi secara hukum.

Melalui penerapan CDAKB, pemerintah memastikan bahwa:
• Alat kesehatan tetap aman dan berfungsi sebagaimana mestinya.
• Setiap distributor memiliki tanggung jawab atas mutu produk yang mereka edarkan.
• Proses distribusi dilakukan sesuai dengan prinsip manajemen mutu dan regulasi.

Dengan demikian, memahami apa CDAKB bukan hanya penting untuk kepatuhan regulasi, tetapi juga sebagai langkah nyata menjaga keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap produk alat kesehatan.

Setiap panduan dan informasi tentang apa CDAKB juga merupakan bagian integral dari layanan Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang siap membantu perusahaan memahami dan memenuhi ketentuan tersebut dengan baik.

| baca juga : Cara Mengurus IDAK KEMENKES

Komponen Utama dalam CDAKB

Dalam menjelaskan apa CDAKB, perlu juga dipahami bahwa pedoman ini mencakup beberapa aspek penting yang harus diterapkan oleh perusahaan distribusi alat kesehatan.

Berikut beberapa komponen utama dalam penerapan CDAKB:

1. Manajemen Mutu
Setiap perusahaan wajib memiliki sistem manajemen mutu yang terstruktur untuk memastikan setiap tahapan distribusi dilakukan sesuai standar.

2. Fasilitas Penyimpanan
Gudang penyimpanan alat kesehatan harus memenuhi persyaratan suhu, kelembapan, dan kebersihan agar mutu produk tidak berubah.

3. Transportasi dan Distribusi
Proses pengiriman harus dilakukan dengan kendaraan yang layak dan sesuai prosedur agar alat kesehatan tidak rusak selama perjalanan.

4. Pencatatan dan Dokumentasi
Setiap transaksi, penerimaan, pengeluaran, serta pengembalian barang harus didokumentasikan secara lengkap untuk keperluan audit dan pelacakan.

5. Tenaga Penanggung Jawab Teknis (PJT)
PJT merupakan tenaga profesional, biasanya berasal dari latar belakang kesehatan, yang bertugas memastikan penerapan CDAKB berjalan dengan benar.

Komponen-komponen inilah yang menjadi dasar penerapan CDAKB secara menyeluruh. Untuk perusahaan yang membutuhkan pendampingan profesional, layanan Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia siap membantu memastikan setiap komponen CDAKB terpenuhi secara tepat dan efisien.

| baca juga : Berapa Lama Proses Pengurusan IDAK KEMENKES?

Dasar Hukum CDAKB

Dalam konteks hukum, apa CDAKB diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik. Regulasi ini menegaskan bahwa setiap distributor alat kesehatan wajib menerapkan CDAKB sebagai salah satu syarat penting untuk memperoleh dan mempertahankan Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK). Banyak pelaku usaha yang baru mendirikan badan usaha melalui  jasa pendirian PT/CV  juga perlu memahami regulasi ini sejak awal agar kegiatan distribusi dapat berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, implementasi CDAKB juga berhubungan dengan ketentuan pada Peraturan Pemerintah tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta kebijakan mutu distribusi yang selaras dengan standar internasional.

Dasar hukum tersebut memberikan kepastian bagi pelaku usaha agar setiap alat kesehatan yang didistribusikan tetap terjaga kualitas, keamanan, dan efektivitasnya sampai ke pengguna akhir. Dengan memahami dasar hukum CDAKB, perusahaan dapat memastikan kepatuhan regulasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang mereka edarkan.

Beberapa poin penting dalam peraturan tersebut mencakup:

• Kewajiban penerapan CDAKB bagi semua pelaku distribusi alat kesehatan.
• Persyaratan fasilitas dan sumber daya manusia.
• Kewajiban audit atau inspeksi oleh petugas Kemenkes.
• Penerbitan sertifikat CDAKB sebagai bukti pemenuhan standar.

Dengan demikian, apa CDAKB bukan hanya pedoman internal perusahaan, tetapi juga merupakan kewajiban hukum yang harus dipatuhi.

Perusahaan yang tidak menerapkan CDAKB dengan benar dapat dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin distribusi.

Setiap penjelasan mendalam tentang apa CDAKB dan dasar hukumnya juga menjadi bagian dari layanan Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang siap mendampingi perusahaan selama proses sertifikasi.

| baca juga : Masa Berlaku IDAK Berapa Lama?

Proses Sertifikasi CDAKB

Setelah memahami apa CDAKB, langkah berikutnya adalah memahami bagaimana cara mendapatkan sertifikasinya.

Sertifikat CDAKB diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan setelah perusahaan dinyatakan memenuhi seluruh standar yang ditetapkan. Proses ini sering kali membutuhkan ketelitian administrasi, mirip seperti proses legalitas lainnya termasuk layanan profesional seperti Jasa Daftar Hak Cipta yang mengedepankan keakuratan dokumen.

Proses sertifikasi meliputi:

1. Persiapan Dokumen
Perusahaan harus menyiapkan dokumen mutu, SOP distribusi, denah fasilitas, serta bukti pelaksanaan manajemen mutu.

2. Pengajuan Permohonan ke Kemenkes
Semua dokumen diunggah melalui sistem online perizinan alat kesehatan.

3. Inspeksi Lapangan (Audit CDAKB)
Tim auditor dari Kemenkes akan melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas perusahaan untuk memastikan semua ketentuan dijalankan.

4. Tindak Lanjut Ketidaksesuaian (Corrective Action)
Jika auditor menemukan ketidaksesuaian, perusahaan wajib melakukan perbaikan dan memberikan bukti tindak lanjut. Corrective action harus diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan untuk melanjutkan proses sertifikasi.

5. Penerbitan Sertifikat CDAKB
Setelah perusahaan dinyatakan memenuhi semua aspek, sertifikat resmi CDAKB akan diterbitkan.

Setiap tahapan di atas memerlukan pemahaman mendalam mengenai regulasi dan teknis pelaksanaan, itulah sebabnya banyak pelaku usaha mempercayakan proses ini kepada Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia, yang berpengalaman membantu perusahaan memperoleh sertifikat dengan lancar.

| baca juga : Syarat Mengurus IDAK Apa Saja?

APA ITU CDAKB KEMENKES
APA ITU CDAKB KEMENKES

Manfaat Penerapan CDAKB

Setelah memahami apa CDAKB dan proses sertifikasinya, penting juga untuk mengetahui manfaat penerapannya bagi perusahaan. Penerapan CDAKB memberikan berbagai keuntungan strategis bagi perusahaan yang bergerak dalam distribusi alat kesehatan. Layanan pendampingan seperti jasa sertifikasi halal turut melengkapi kebutuhan perusahaan yang ingin memastikan kepatuhan regulasi secara menyeluruh.

Beberapa keuntungan utama penerapan CDAKB antara lain:

• Meningkatkan kepercayaan pelanggan karena produk didistribusikan sesuai standar mutu.
• Memperkuat reputasi perusahaan di mata mitra dan lembaga kesehatan.
• Memenuhi syarat legalitas untuk mendapatkan izin edar alat kesehatan.
• Mendukung proses ekspor dan kerja sama internasional, karena CDAKB diakui sebagai sistem mutu yang kredibel.
• Menjamin keberlangsungan bisnis dengan menghindari risiko sanksi dari pemerintah.

Selain mendukung kelancaran perizinan seperti IDAK atau IPAK, CDAKB juga memperkuat reputasi perusahaan sehingga lebih mudah mendapatkan kepercayaan pasar dan memperluas jangkauan bisnis di industri alat kesehatan. Semua manfaat ini menjadi alasan mengapa setiap distributor wajib memahami apa CDAKB dan menerapkannya secara konsisten.

Jika Anda membutuhkan pendampingan dalam implementasi dan sertifikasi, Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia siap memberikan solusi terbaik.

| baca juga : Peraturan Izin Edar Alat Kesehatan Terbaru

Kewajiban Distributor Setelah Memiliki Sertifikat CDAKB

Memperoleh sertifikat CDAKB bukanlah akhir dari proses, tetapi menjadi awal dari komitmen perusahaan dalam menjaga mutu distribusi alat kesehatan. Setelah memiliki sertifikat tersebut, distributor wajib menjalankan berbagai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan agar kualitas dan keamanan alat kesehatan tetap terjamin selama proses distribusi.

Beberapa kewajiban utama distributor setelah memperoleh sertifikat CDAKB meliputi:

1. Menjalankan Seluruh Prosedur Sesuai Standar CDAKB
Distributor wajib memastikan seluruh SOP yang telah disahkan mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, distribusi, pengiriman, penanganan keluhan, hingga recall dijalankan secara konsisten oleh seluruh tim.

2. Melakukan Pencatatan dan Dokumentasi Secara Berkala
Setiap aktivitas distribusi harus dicatat dengan baik, termasuk suhu ruang penyimpanan, kondisi produk, catatan keluar-masuk barang, hingga laporan keluhan. Dokumentasi harus selalu tersedia untuk audit berkala.

3. Menjaga Kualifikasi Penanggung Jawab Teknis (PJT)
PJT wajib tetap aktif, kompeten, dan terlibat langsung dalam pengawasan mutu distribusi. Jika terjadi pergantian PJT, perusahaan harus segera melaporkannya kepada Kemenkes.

4. Menjaga Fasilitas Penyimpanan Tetap Sesuai Standar
Gudang atau ruang penyimpanan harus terus dipelihara sesuai ketentuan, termasuk kebersihan, pengendalian suhu, keamanan produk, dan sarana pendukung.

5. Melakukan Evaluasi Internal dan Audit Mutu Secara Berkala
Distributor harus melaksanakan audit internal untuk memastikan setiap bagian operasional tetap sesuai dengan standar CDAKB.

6. Melaporkan Perubahan Data Perusahaan
Jika terjadi perubahan seperti alamat gudang, struktur organisasi, atau izin usaha, distributor wajib melaporkannya kepada Kemenkes.

7. Menjalani Inspeksi Ulang Bila Diminta
Kemenkes dapat melakukan inspeksi sewaktu-waktu untuk memastikan distribusi tetap sesuai standar. Distributor wajib siap menyediakan dokumen dan akses fasilitas.

Dengan menjalankan kewajiban ini secara konsisten, distributor dapat menjaga validitas sertifikat CDAKB, meningkatkan kepercayaan mitra bisnis, dan memastikan bahwa produk yang didistribusikan selalu aman serta bermutu.

Untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia dapat membantu perusahaan mengelola seluruh aspek administratif dan teknis perpanjangan sertifikat, sekaligus menyediakan dukungan layanan terkait perizinan lain seperti Jasa Izin Kosmetik bila diperlukan.

| baca juga : 5 Penyebab Izin Edar Alat Kesehatan Ditolak

Kendala Umum dalam Penerapan CDAKB

Penerapan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) sering menjadi tantangan bagi distributor, terutama bagi perusahaan yang baru pertama kali menjalankan sistem distribusi yang terstandarisasi. Meski sertifikat CDAKB menjadi syarat penting dalam menjaga mutu alat kesehatan, kenyataannya banyak perusahaan menghadapi kendala pada tahap implementasi di lapangan. Ketika proses ini tidak dipahami dengan baik, banyak pelaku usaha akhirnya mencari bantuan dari layanan profesional seperti Jasa Izin BPOM dan pendampingan perizinan lainnya untuk memastikan semua persyaratan dipenuhi dengan benar.

Beberapa kendala umum yang sering dihadapi antara lain:

• Kurangnya Pemahaman terhadap Persyaratan Regulasi
• Fasilitas Penyimpanan yang Belum Memadai
• Dokumen dan SOP Tidak Lengkap atau Tidak Konsisten.
• Kurangnya Kompetensi Penanggung Jawab Teknis (PJT).
• Minimnya Evaluasi dan Audit Internal

Kendala-kendala tersebut sering menyebabkan penundaan sertifikasi.

Oleh karena itu, bekerja sama dengan pihak berpengalaman seperti Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia merupakan langkah bijak untuk memastikan penerapan CDAKB berjalan efektif dan efisien.

| baca juga : Perizinan Alat Kesehatan Apa Saja?

Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia

Permatamas Indonesia merupakan konsultan perizinan profesional yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang legalitas alat kesehatan, kosmetik, PKRT, dan berbagai layanan perizinan lainnya termasuk jasa izin herbal.

Salah satu layanan unggulannya adalah membantu perusahaan memahami dan memenuhi seluruh ketentuan apa CDAKB, serta mendampingi hingga mendapatkan sertifikat resmi dari Kementerian Kesehatan.

Layanan Permatamas mencakup:

• Pengurusan sertifikat CDAKB
• Izin Edar Alat Kesehatan (AKD & AKL)
• Izin Distribusi Alat Kesehatan (IDAK)
• Izin PKRT dan kosmetik
• Sertifikasi halal alat kesehatan
• Konsultasi legalitas usaha kesehatan

Dengan dukungan tim ahli berlatar belakang hukum dan regulasi kesehatan, Permatamas memastikan seluruh proses pengurusan izin berjalan cepat, aman, dan sesuai peraturan yang berlaku.

📍 Alamat: Plaza THB Lt. 2 Blok F2 No. 61, Kota Bekasi
📞 WhatsApp: +62 857-7763-0555
🌐 Website: www.izinalkes.com

Dengan memahami secara mendalam apa CDAKB, pelaku usaha dapat memastikan kegiatan distribusinya memenuhi standar nasional dan menjaga kepercayaan pelanggan.

Bagi Anda yang ingin memastikan seluruh proses berjalan lancar, Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia siap menjadi mitra profesional yang membantu dalam setiap tahapan pengurusan izin dan sertifikasi alat kesehatan di Indonesia.

FAQ Apa Itu CDAKB?

1. Apa itu CDAKB?

CDAKB adalah Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik, yaitu standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan untuk memastikan proses distribusi alat kesehatan dilakukan dengan aman, terarah, dan memenuhi mutu yang ditetapkan.

2. Mengapa CDAKB penting bagi perusahaan distributor?

Karena standar ini memastikan produk tetap aman dan bermutu selama distribusi, serta menjadi syarat utama dalam mendapatkan dan mempertahankan izin distribusi seperti IDAK.

3. Apa tujuan utama diterapkannya CDAKB?

Untuk menjaga kualitas alat kesehatan selama penyimpanan dan distribusi, melindungi keselamatan pengguna, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.

4. Apa saja komponen utama dalam CDAKB?

Komponen penting CDAKB meliputi:

• Sistem manajemen mutu
• Fasilitas penyimpanan yang sesuai standar
• Transportasi dan distribusi yang aman
• Pencatatan dan dokumentasi
• Penanggung Jawab Teknis (PJT)

5. Apa dasar hukum dari CDAKB?

CDAKB diatur dalam Permenkes No. 14 Tahun 2021 tentang Standar Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik.

6. Bagaimana proses untuk mendapatkan sertifikat CDAKB?

Proses terdiri dari beberapa tahap:

1. Persiapan dokumen
2. Pengajuan permohonan
3. Inspeksi lapangan (audit CDAKB)
4. Tindak lanjut ketidaksesuaian (jika ada)
5. Penerbitan sertifikat CDAKB

7. Apa saja manfaat penerapan CDAKB bagi perusahaan?

• Meningkatkan kepercayaan mitra dan fasilitas kesehatan
• Mengurangi risiko kerusakan produk
• Memenuhi persyaratan legalitas distribusi
• Meningkatkan efisiensi operasional
• Memperkuat reputasi perusahaan

8. Apa kewajiban distributor setelah memiliki sertifikat CDAKB?

Distributor wajib:

• Menjalankan SOP sesuai standar
• Mencatat dan mendokumentasikan seluruh aktivitas distribusi
• Memastikan PJT tetap kompeten
• Memelihara fasilitas penyimpanan
• Melakukan audit mutu berkala
• Melaporkan perubahan data perusahaan
• Siap menghadapi inspeksi ulang

9. Apa kendala umum dalam penerapan CDAKB?

Kendala yang sering terjadi meliputi:

• Kurangnya pemahaman regulasi
• Fasilitas penyimpanan tidak memenuhi standar
• Dokumentasi dan SOP tidak lengkap
• Minimnya kompetensi PJT
• Kurangnya evaluasi dan audit internal

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

jasa urus izin edar pkrt
jasa urus izin edar pkrt

Segera Hubungi PERMATAMAS, Konsultasi Gratis !

Jangan tunggu sampai Anda kena sanksi. Hubungi kami sekarang, pastikan produk ALKES Anda aman di pasaran!. Hubungi Permatamas sekarang juga untuk konsultasi dan proses Izin Alat Kesehatan yang cepat, aman, dan resmi. Kami siap membantu melindungi setiap produk Anda dengan dasar hukum yang kuat dan pelayanan yang profesional.

Dengan PERMATAMAS, Anda tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan 100% sesuai regulasi.

Alamat

Alamat Kantor Kami
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Ke. Pejuang,
Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
No Telp :  021-89253417
HP/WA : 085777630555
Email : maspermatha@gmail.com
Website : www.permatamas.co.id

© 2022 Izin Alat Kesehatan – Support oleh Dokter Website