Apakah Urus CDAKB di Surve? – Dalam dunia bisnis alat kesehatan, CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik) merupakan sertifikasi yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa perusahaan telah menjalankan kegiatan distribusi sesuai dengan standar mutu dan keamanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Selain itu, banyak perusahaan juga memanfaatkan jasa izin PKRT dan layanan perizinan lainnya untuk memastikan semua aspek legal dan mutu terpenuhi sebelum diaudit.
Namun, banyak pelaku usaha distributor alat kesehatan masih bingung ketika memasuki proses perizinan CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik). Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah “Apakah urus CDAKB di surve?”. Kebingungan ini muncul karena proses perizinan alat kesehatan melibatkan lebih dari sekadar pengunggahan dokumen. Ada tahap evaluasi, verifikasi, hingga pemeriksaan lapangan (onsite). Oleh karena itu, memahami apakah proses CDAKB disurve atau tidak menjadi penting agar perusahaan dapat mempersiapkan diri secara tepat.
Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap dan mendalam mengenai apakah urus CDAKB di surve, bagaimana proses surveinya, apa yang diperiksa saat survei, serta bagaimana Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia dapat membantu perusahaan Anda dalam mempersiapkan seluruh proses tersebut.
| baca juga : Apa Itu Alat Kesehatan
Apa Itu CDAKB dan Mengapa Harus Disurvei?
CDAKB atau Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik merupakan standar resmi Kementerian Kesehatan yang mengatur seluruh proses distribusi alat kesehatan, mulai dari penyimpanan, pengiriman, dokumentasi, hingga penanganan keluhan. Sertifikat ini menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi standar mutu dan keamanan distribusi alat kesehatan. Banyak pelaku usaha yang baru memulai bisnis distribusi alat kesehatan juga memanfaatkan jasa pendirian PT/CV untuk memastikan legalitas badan usaha mereka sesuai sebelum mengajukan sertifikat CDAKB.
Tujuan utama dari CDAKB adalah untuk memastikan mutu dan keamanan alat kesehatan tetap terjaga hingga sampai ke tangan pengguna. Karena itu, Kemenkes tidak hanya menilai dokumen administrasi, tetapi juga harus memastikan bahwa sistem dan sarana distribusi perusahaan benar-benar memenuhi standar melalui proses survei atau audit lapangan.
Setiap perusahaan yang ingin mendistribusikan alat kesehatan kategori risiko rendah hingga tinggi wajib memiliki Sertifikat CDAKB. Prosesnya diajukan melalui OSS-RBA yang kemudian terhubung ke sistem SerAlkes Kemenkes.
Jadi, menjawab pertanyaan “Apakah urus CDAKB di surve?” Jawabannya adalah YA. Pengurusan sertifikat CDAKB wajib melalui surve atau audit sebagai bagian dari proses verifikasi pemenuhan standar.
| baca juga : Cara Cek Izin Edar Alat Kesehatan
Apa yang Dimaksud dengan Surve atau Audit CDAKB?
Surve CDAKB adalah kegiatan pemeriksaan langsung oleh auditor Kementerian Kesehatan atau tim yang ditunjuk untuk mengevaluasi penerapan standar distribusi alat kesehatan. Tujuannya adalah memastikan bahwa perusahaan benar-benar memenuhi syarat sebelum sertifikat CDAKB diterbitkan. Banyak perusahaan distributor alat kesehatan juga memastikan legalitas merek usahanya melalui layanan Jasa Daftar Merek, sehingga dokumen identitas usaha lebih lengkap dan siap ditunjukkan saat proses audit.
Survei dilakukan setelah perusahaan mengajukan permohonan CDAKB dan dokumen administrasi sudah sesuai. Pemeriksaan lapangan ini sangat detail dan menyangkut aspek teknis, legal, manajemen mutu, SOP, hingga fasilitas fisik.
Dengan demikian, pernyataan “Apakah urus CDAKB di surve?” memiliki jawaban yang mutlak: Ya, surve adalah bagian wajib dari proses penilaian CDAKB.
| baca juga : Cara Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan
Mengapa Survei CDAKB Penting?
Survei CDAKB adalah tahapan krusial dalam proses penerbitan Sertifikat Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Survei dilakukan oleh auditor Kementerian Kesehatan untuk memastikan bahwa perusahaan benar-benar menerapkan standar distribusi alkes secara konsisten, bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan dokumen. Banyak perusahaan yang sudah melengkapi legalitas dan dokumen pendukung misalnya melalui layanan Jasa Daftar Hak Cipta untuk perlindungan aset intelektual mereka lebih mudah membuktikan kesiapan administratif saat proses audit. Tanpa survei, pemerintah tidak dapat memvalidasi apakah perusahaan mampu menjaga mutu, keamanan, dan keaslian alat kesehatan selama proses distribusi. Inilah alasan utama mengapa survei menjadi langkah wajib sebelum sertifikat CDAKB diterbitkan.
Selain memastikan kesesuaian dokumen dengan praktik lapangan, survei CDAKB juga penting untuk menilai kelayakan fasilitas fisik seperti gudang, sistem penyimpanan, alat monitoring suhu, prosedur penerimaan dan pengiriman barang, serta kompetensi personel yang bertanggung jawab. Melalui survei, auditor dapat melihat langsung apakah SOP benar-benar diterapkan, apakah proses mutu berjalan, dan apakah perusahaan sudah meminimalkan risiko kerusakan produk. Survei ini menjamin bahwa perusahaan distributor alat kesehatan beroperasi sesuai pedoman nasional, sehingga alat kesehatan yang sampai ke masyarakat tetap aman, terjaga kualitasnya, dan memenuhi persyaratan hukum.
| baca juga : Kenapa Alat Kesehatan Harus Ada Izin Edar
Terdapat beberapa alasan kenapa tahap surve atau audit CDAKB wajib dilakukan:
1. Memastikan penerapan standar mutu nyata, bukan hanya dokumen
Banyak perusahaan bisa membuat SOP yang baik, tetapi penerapannya belum tentu berjalan. Surve memastikan bahwa proses distribusi alat kesehatan benar-benar aman.
2. Mengurangi risiko alat kesehatan rusak atau tidak sesuai mutu
Distribusi adalah tahap krusial yang menentukan kualitas alat kesehatan saat sampai di fasilitas pelayanan kesehatan.
3. Memastikan perusahaan memiliki fasilitas yang layak
Mulai dari gudang, rak, label, monitoring suhu, hingga proses keluar masuk barang.
4. Menjadi dasar penerbitan sertifikat CDAKB
Tanpa surve, perusahaan tidak akan mendapatkan sertifikat CDAKB meskipun dokumen sudah lengkap.
Dengan demikian, survei CDAKB bukan hanya formalitas, melainkan tahapan penting untuk memastikan bahwa alat kesehatan yang beredar di masyarakat benar-benar aman dan terjamin mutunya.
| baca juga : Registrasi Alat Kesehatan yang Mudah Bagaimana

Tahapan Proses Survei CDAKB
Proses survei CDAKB merupakan langkah penting dalam penerbitan Sertifikat Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) oleh Kementerian Kesehatan. Berikut tahapan proses survei CDAKB secara lengkap:
1. Pemberitahuan Jadwal Survei dari Kemenkes
Setelah perusahaan mengajukan CDAKB melalui OSS-RBA dan dokumen dinyatakan lengkap di sistem SerAlkes, tim auditor Kemenkes akan mengirimkan pemberitahuan jadwal survei. Informasi ini berisi waktu, auditor yang bertugas, serta daftar dokumen yang harus disiapkan.
2. Pemaparan Awal (Opening Meeting)
Pada hari survei, auditor melakukan opening meeting bersama penanggung jawab perusahaan. Tahap ini meliputi:
• Penjelasan ruang lingkup survei
• Pembagian area pemeriksaan
• Penjelasan metode audit
• Konfirmasi struktur organisasi dan penanggung jawab mutu
Opening meeting memastikan perusahaan memahami alur pemeriksaan sebelum survei dimulai.
3. Pemeriksaan Dokumen Mutu
Auditor akan menilai seluruh dokumen yang terkait dengan penerapan CDAKB, termasuk:
• SOP distribusi
• Formulir mutu
• Struktur organisasi
• Bukti pelatihan personel
• Prosedur penanganan keluhan dan recall
• Catatan pengendalian dokumen
Dokumen harus lengkap, konsisten, dan sesuai dengan implementasi di lapangan.
4. Pemeriksaan Fasilitas (Onsite Inspection)
Tahap ini adalah inti dari survei CDAKB. Auditor akan memeriksa langsung fasilitas perusahaan, meliputi:
• Gudang penyimpanan
• Area penerimaan dan pengeluaran barang
• Sistem rak dan penyusunan barang
• Kebersihan dan keamanan fasilitas
• Alat monitoring suhu & kelembapan
• Penanganan barang retur & rusak
• Proses pengiriman barang
Pemeriksaan ini menentukan apakah fasilitas telah memenuhi standar CDAKB secara nyata, bukan hanya tertulis.
5. Observasi Implementasi Proses Distribusi
Auditor menilai apakah perusahaan benar-benar menjalankan SOP sesuai prosedur, seperti:
• Penerimaan barang (incoming)
• Pemeriksaan dokumen pembelian
• Pencatatan stok
• Pengendalian barang kadaluarsa
• Proses pengiriman ke fasilitas kesehatan
Tahap ini membuktikan kesesuaian antara SOP dengan praktik lapangan.
6. Wawancara Personel
Auditor akan mewawancarai personel yang terlibat dalam distribusi dan pengelolaan mutu untuk memastikan kompetensi, pemahaman prosedur, serta tanggung jawab masing-masing.
7. Penyampaian Temuan (Closing Meeting)
Setelah pemeriksaan selesai, auditor melakukan closing meeting untuk menyampaikan:
• Temuan mayor (ketidaksesuaian besar)
• Temuan minor
• Saran perbaikan
• Batas waktu perbaikan (jika ada)
Perusahaan wajib menindaklanjuti semua temuan sesuai waktu yang ditetapkan.
8. Tindak Lanjut & Perbaikan
Perusahaan harus mengirimkan bukti tindak lanjut atas temuan auditor, seperti:
• Revisi SOP
• Foto perbaikan fasilitas
• Bukti pelatihan
• Catatan pengendalian baru
Tahap ini menjadi penentuan apakah perusahaan dinyatakan lulus survei.
9. Penilaian Akhir & Penerbitan Sertifikat CDAKB
Jika seluruh temuan sudah diperbaiki dan perusahaan dinyatakan memenuhi standar, Kemenkes akan menerbitkan Sertifikat CDAKB, yang biasanya berlaku selama 5 tahun.
| baca juga : Apa Saja Legalitas Alat Kesehatan yang Harus Dimiliki?
Persiapan Penting Sebelum Survei CDAKB
Karena urus CDAKB di surve, maka perusahaan harus benar-benar siap sebelum audit dilakukan. Berikut hal-hal penting yang harus dipersiapkan:
• Dokumen lengkap dan tersusun rapi, seperti SOP distribusi, catatan penerimaan barang, laporan pengiriman, dan bukti audit internal. Banyak perusahaan yang sudah terbiasa menyiapkan dokumen legal lainnya misalnya melalui layanan Jasa Sertifikasi Halal untuk produk tertentu cenderung lebih siap dalam penyusunan berkas administrasi sebelum proses audit CDAKB.
• Kondisi gudang sesuai standar CDAKB, termasuk kebersihan, sistem ventilasi, dan keamanan penyimpanan.
• SDM yang terlatih, terutama personel penanggung jawab distribusi alat kesehatan.
• Peralatan pendukung distribusi seperti rak penyimpanan, alat ukur suhu, dan kendaraan distribusi yang memenuhi ketentuan.
Bagi perusahaan baru, mempersiapkan semua aspek ini tentu membutuhkan waktu dan pemahaman regulasi yang baik. Oleh karena itu, menggunakan Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia menjadi solusi praktis agar proses survei CDAKB dapat berjalan lancar dan efisien.
| baca juga : Syarat Menjadi Distributor Alat Kesehatan
Apa Saja yang Diperiksa dalam Surve CDAKB?
Saat menjawab pertanyaan “Apakah urus CDAKB di surve?”, penting juga memahami bagian apa saja yang diperiksa. Berikut checklist umum pemeriksaan:
1. Pemeriksaan Fasilitas Fisik
Auditor akan memeriksa:
• Ruang penyimpanan (gudang)
• Sirkulasi udara dan kebersihan
• Rak penyimpanan dan pengaturan stok
• Jalur penerimaan barang
• Ruang untuk barang retur atau barang rusak
• Sistem keamanan gudang
• Peralatan monitoring suhu dan kelembapan
2. Pemeriksaan Proses Distribusi
Auditor memeriksa alur:
• Penerimaan barang
• Karantina barang (jika ada)
• Penyimpanan
• Pengeluaran barang
• Pengemasan
Setiap proses harus ada SOP-nya dan harus dibuktikan penerapannya.
3. Pemeriksaan Sistem Mutu
Termasuk:
• Pengendalian dokumen
• Penanganan keluhan
• Penarikan kembali (recall)
• Validasi peralatan
• Pelatihan personel
• Audit internal
4. Pemeriksaan Legalitas dan Administrasi
Seperti:
• NIB dan sertifikat standar OSS-RBA
• Struktur organisasi
• Deskripsi pekerjaan
• Catatan inventaris
• Bukti pelatihan personel
Banyak perusahaan yang sudah terbiasa mengurus dokumen regulatori lainnya misalnya melalui layanan Jasa Izin Kosmetik untuk produk kecantikan lebih mudah memahami alur kepatuhan dokumen sehingga lebih siap menghadapi surve CDAKB.
Dengan begitu, surve CDAKB bukan sekadar kunjungan formalitas. Prosesnya benar-benar mendalam. Itulah mengapa banyak pelaku usaha akhirnya berkata: “Ternyata urus CDAKB tidak cukup hanya unggah dokumen, ternyata benar-benar disurve secara detail.”
| baca juga : Izin Distributor Alat Kesehatan Itu Apa?
Alur Lengkap Pengurusan CDAKB Hingga Surve
Agar semakin jelas dalam menjawab “Apakah urus CDAKB di surve?”, berikut alur lengkapnya:
1. Pengajuan NIB dan Sertifikat Standar OSS-RBA
Perusahaan wajib memiliki NIB dengan risiko tinggi untuk sektor alat kesehatan.
2. Melengkapi Dokumen Teknis CDAKB
Termasuk:
• SOP lengkap
• Struktur organisasi
• Bukti pelatihan
• Formulir mutu
• Foto fasilitas
• Dokumen pengendalian distribusi
3. Upload Dokumen ke Sistem SerAlkes
OSS-RBA akan otomatis terhubung ke SerAlkes.
4. Evaluasi Dokumen
Tim Kemenkes akan memeriksa kelengkapan dokumen.
5. Surve / Audit CDAKB
Ini adalah tahap kunci yang menjawab pertanyaan utama artikel ini.
6. Penerbitan Sertifikat CDAKB
Jika surve dinyatakan lulus, barulah sertifikat terbit.
| baca juga : Cara Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan Resmi
Berapa Lama Proses Survei CDAKB?
Proses survei CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan biasanya berlangsung 1–2 hari kerja, tergantung pada ukuran gudang, kompleksitas distribusi, dan kesiapan perusahaan. Untuk perusahaan dengan fasilitas kecil sampai menengah, survei sering selesai dalam 1 hari penuh. Namun bila fasilitas lebih luas, memiliki cabang, atau auditor membutuhkan klarifikasi tambahan, survei dapat berlangsung hingga 2 hari. Banyak perusahaan yang sudah terbiasa menyiapkan dokumen regulatori lain misalnya melalui layanan Jasa Izin BPOM untuk produk tertentu lebih mudah menyesuaikan diri dengan proses audit CDAKB karena sudah familiar dengan standar kepatuhan dan dokumentasi.
Setelah survei lapangan selesai, auditor Kemenkes akan mengadakan closing meeting untuk menyampaikan temuan mayor, minor, atau rekomendasi perbaikan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, perusahaan akan diberikan waktu 7–14 hari untuk menyiapkan tindak lanjut dan bukti perbaikannya. Semakin cepat perusahaan menindaklanjuti temuan, semakin cepat proses evaluasi berlanjut ke tahap akhir.
Secara total, mulai dari hari survei hingga perbaikan disetujui auditor, proses ini biasanya memakan waktu 1–3 minggu. Namun jika perusahaan sudah sangat siap baik dari segi dokumen, fasilitas, maupun kompetensi personel proses bisa berjalan jauh lebih cepat dan lancar.
Dengan persiapan matang, baik dari sisi SOP, dokumen mutu, alur distribusi, hingga kesiapan wawancara personel, durasi survei CDAKB Kemenkes dapat lebih efisien dan hasil penilaian jauh lebih baik. Dengan pendampingan dari Permatamas Indonesia, waktu pengurusan bisa lebih efisien karena seluruh dokumen dan sistem sudah disiapkan sesuai standar sebelum survei dilaksanakan.
| baca juga : Syarat Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan
Apakah Survei CDAKB Dilakukan untuk Semua Jenis Perusahaan?
Ya, semua perusahaan yang ingin mendapatkan CDAKB wajib menjalani survei lapangan, baik itu perusahaan distribusi besar, kecil, maupun importir alat kesehatan. Banyak pelaku usaha yang sebelumnya telah melengkapi legalitas bisnisnya misalnya melalui layanan Jasa Pendaftaran Merek untuk perlindungan identitas usaha lebih siap mengikuti proses audit karena dokumen perusahaan sudah tertata dengan baik sejak awal.
Namun, skala audit bisa berbeda tergantung pada jenis dan volume distribusi alat kesehatan yang dilakukan. Untuk perusahaan kecil, penilaian mungkin lebih sederhana, tetapi tetap harus memenuhi standar utama CDAKB.
Kemenkes memastikan bahwa setiap entitas distribusi yang memegang alat kesehatan bertanggung jawab menjaga mutu dan keamanan produk dari awal hingga sampai ke pengguna akhir.
| baca juga : Biaya Resmi Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan
Kesalahan Umum Agar Tidak Gagal Surve CDAKB
Jawaban “Apakah urus CDAKB disurve?” sudah pasti ya, namun bagaimana agar tidak gagal? Banyak perusahaan gagal surve karena:
• SOP tidak sesuai dengan praktik lapangan
• Gudang tidak memenuhi standar
• Tidak ada alat monitoring suhu
• Personel tidak memahami tugasnya
• Dokumen mutu tidak lengkap
• Struktur organisasi tidak jelas
• Ruang penyimpanan bercampur dengan barang non-alkes
Untuk menghindari kegagalan, pendampingan profesonal dari Permatamas Indonesia, waktu pengurusan bisa lebih efisien karena seluruh dokumen dan sistem sudah disiapkan sesuai standar sebelum survei dilaksanakan.
| baca juga : Siapa yang Menerbitkan Izin Edar Alat Kesehatan
Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan Permatamas Indonesia
Mengurus CDAKB tanpa pendamping profesional sering kali menyebabkan keterlambatan atau penolakan karena kesalahan teknis dan administrasi. Dengan Permatamas Indonesia, Anda akan mendapatkan keuntungan berikut:
• Pendampingan penuh hingga sertifikat terbit.
• Simulasi survei internal sebelum audit resmi dari Kemenkes.
• Konsultasi gratis untuk memahami proses dan standar CDAKB.
• Biaya transparan tanpa biaya tersembunyi.
• Jaminan 100% uang kembali jika izin tidak terbit sesuai ketentuan.
Permatamas Indonesia merupakan perusahaan konsultan perizinan resmi. Selain fokus pada perizinan alat kesehatan, Permatamas juga memiliki pengalaman dalam layanan lain seperti jasa izin herbal, sehingga dapat membantu berbagai kebutuhan legalitas usaha Anda secara menyeluruh dan terintegrasi.
📍 Alamat: Plaza THB Lt. 2 Blok F2 No. 61, Kota Bekasi
📞 WhatsApp: +62 857-7763-0555
🌐 Website: www.izinalkes.com
Selain menangani pengurusan CDAKB, Permatamas juga melayani:
• Registrasi Izin Edar Alat Kesehatan (AKL/AKD).
• Izin Produksi Alat Kesehatan.
• Sertifikasi Halal Produk Alkes.
• Legalitas Usaha Bidang Kesehatan.
Dengan layanan menyeluruh tersebut, Permatamas menjadi mitra strategis untuk semua kebutuhan legalitas alat kesehatan Anda.
| baca juga : Produk Alat Kesehatan Meliputi Apa Saja?
FAQ – Apakah Urus CDAKB di Survei?
1. Apakah pengurusan CDAKB pasti disurvei oleh Kemenkes?
Ya. Semua proses pengajuan CDAKB wajib melalui survei atau audit lapangan oleh auditor Kemenkes. Survei dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan menerapkan standar distribusi alat kesehatan sesuai regulasi, bukan hanya melengkapi dokumen.
2. Siapa yang melakukan survei CDAKB?
Survei dilakukan oleh auditor resmi Kementerian Kesehatan atau tim yang ditetapkan melalui sistem SerAlkes. Auditor akan memeriksa dokumen, fasilitas, proses distribusi, serta kompetensi personel.
3. Berapa lama proses survei CDAKB berlangsung?
Rata-rata 1–2 hari kerja, tergantung ukuran fasilitas, kompleksitas distribusi, serta kesiapan perusahaan. Untuk perusahaan yang sudah rapi secara dokumen dan fasilitas, survei dapat selesai lebih cepat.
4. Apa saja yang diperiksa dalam survei CDAKB?
Auditor memeriksa empat aspek utama:
• Fasilitas fisik (gudang, rak, kebersihan, suhu, kelembapan)
• Proses distribusi (penerimaan, penyimpanan, pengiriman)
• Sistem manajemen mutu (SOP, audit internal, keluhan, recall)
• Legalitas & administrasi (NIB, struktur organisasi, bukti pelatihan)
5. Apakah semua perusahaan distributor wajib menjalani survei?
Ya. Baik distributor kecil, besar, maupun importir alat kesehatan tetap wajib melalui survei. Tingkat kerumitan audit menyesuaikan skala usaha, namun prinsip utama CDAKB tetap harus dipenuhi.
6. Apa yang terjadi setelah survei selesai?
Auditor akan menyampaikan temuan mayor/minor dalam closing meeting. Jika ada temuan, perusahaan diberi waktu 7–14 hari untuk melakukan perbaikan dan mengirimkan buktinya.
7. Apakah bisa gagal dalam survei CDAKB?
Bisa. Perusahaan dapat dinyatakan belum memenuhi syarat jika:
• SOP tidak sesuai praktik
• Gudang tidak memenuhi standar
• Personel tidak memahami tugas
• Dokumen mutu tidak lengkap
• Fasilitas tidak mendukung proses distribusi yang aman
Namun kegagalan bisa diperbaiki dengan tindak lanjut dan pembenahan.
8. Apakah CDAKB bisa diterbitkan tanpa survei?
Tidak bisa. Survei merupakan syarat wajib. Tanpa lulus survei, Kemenkes tidak akan menerbitkan sertifikat CDAKB meskipun dokumen sudah di-upload lengkap.
9. Berapa lama proses sampai sertifikat CDAKB terbit setelah survei?
Jika perusahaan cepat menindaklanjuti temuan, proses dapat selesai 1–3 minggu setelah survei. Jika dokumen dan fasilitas sudah sangat rapi, proses bisa lebih cepat.
10. Bagaimana cara mempersiapkan survei CDAKB agar tidak gagal?
Pastikan:
• SOP sesuai praktik lapangan
• Gudang memenuhi standar CDAKB
• Tersedia alat monitoring suhu
• Dokumen administrasi lengkap
• Personel paham tugas masing-masing
• Sistem distribusi berjalan sesuai regulasi
Pendampingan oleh konsultan berpengalaman seperti Permatamas Indonesia sangat membantu dalam mempersiapkan dokumen dan fasilitas sesuai standar sebelum survei dilakukan.
Konsultasi Gratis
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
