Mengapa Sertifikasi CDAKB Ditolak dan Cara Mengatasinya – Sertifikasi Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) merupakan salah satu persyaratan penting bagi perusahaan distributor alat kesehatan agar dapat menjalankan kegiatan distribusi sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa perusahaan telah menerapkan sistem mutu, pengelolaan gudang, dokumentasi, hingga proses distribusi sesuai standar yang berlaku. Namun, dalam praktiknya masih banyak perusahaan yang mengalami penolakan saat mengajukan sertifikasi karena berbagai faktor administratif maupun teknis.
KONSULTASI GRATIS
FAQ
1. Mengapa sertifikasi CDAKB ditolak?
Karena dokumen atau fasilitas belum memenuhi persyaratan.
2. Apa penyebab penolakan yang paling umum?
SOP belum lengkap, SDM belum memenuhi syarat, atau fasilitas belum sesuai.
3. Apakah sertifikasi CDAKB bisa diajukan kembali?
Ya, setelah seluruh temuan diperbaiki.
4. Berapa lama proses pengajuan ulang?
Tergantung kelengkapan perbaikan dan jadwal evaluasi.
5. Apakah hasil audit memengaruhi persetujuan?
Ya, hasil audit menjadi dasar penilaian kelayakan.
6. Bagaimana mengetahui alasan penolakan?
Melalui laporan hasil audit atau evaluasi Kementerian Kesehatan.
7. Apakah semua distributor alat kesehatan wajib memiliki CDAKB?
Ya, sesuai ketentuan yang berlaku untuk kegiatan distribusi alat kesehatan.
8. Bagaimana cara menghindari penolakan?
Lengkapi dokumen, SOP, fasilitas, dan lakukan audit internal.
9. Apakah pendampingan konsultan membantu?
Ya, membantu memastikan persyaratan telah sesuai regulasi.
10. Apa yang harus dilakukan setelah sertifikasi ditolak?
Perbaiki seluruh temuan dan ajukan sertifikasi kembali.


