Cara Daftar Izin Edar Alat Kesehatan AKL untuk Produk Impor Secara Resmi – Peredaran alat kesehatan impor di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan dokumen dari negara asal. Produk yang akan diedarkan secara resmi perlu memenuhi ketentuan perizinan kesehatan di Indonesia, termasuk izin edar dan persyaratan dari sisi pelaku usaha. Kementerian Kesehatan melalui sistem Registrasi Alat Kesehatan menyediakan mekanisme untuk proses perizinan produk alat kesehatan dan PKRT.
Bagi importir, memahami cara daftar izin edar alat kesehatan AKL sejak awal sangat penting. Kesalahan pada klasifikasi produk, dokumen legalitas, surat penunjukan dari prinsipal, data teknis, maupun dokumen dari negara asal dapat membuat proses menjadi lebih panjang. Terlebih, regulasi sektor kesehatan terus diperbarui. Pada 2026, Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perbekalan Kesehatan berstatus berlaku dan mengatur antara lain kegiatan distribusi serta pemasukan perbekalan kesehatan.
Melalui Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan, PERMATAMAS membantu importir mempersiapkan proses secara lebih terarah, mulai dari konsultasi produk, pemeriksaan dokumen, klasifikasi, persiapan registrasi, hingga pendampingan proses administrasi. Dengan persiapan yang tepat, pengurusan izin edar alat kesehatan impor dapat dilakukan secara lebih tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Itu Izin Edar Alat Kesehatan AKL?
Izin edar alat kesehatan merupakan legalitas yang berkaitan dengan peredaran produk alat kesehatan di wilayah Indonesia. Untuk produk alat kesehatan impor, istilah AKL secara umum digunakan untuk merujuk pada izin edar alat kesehatan luar negeri atau produk impor yang telah memperoleh persetujuan sesuai mekanisme Kementerian Kesehatan.
Kewajiban izin edar perlu dibedakan dari izin atau perizinan usaha perusahaan yang melakukan kegiatan impor dan distribusi. Dalam ketentuan terbaru, kegiatan distribusi alat kesehatan hanya dapat dilakukan oleh pihak yang memenuhi perizinan berusaha sesuai ketentuan, dan distribusinya harus mengikuti ketentuan Cara Distribusi yang Baik (CDB).
Dengan demikian, beberapa aspek perlu dipersiapkan secara bersamaan:
- Legalitas badan usaha.
- Perizinan usaha terkait distribusi alat kesehatan.
- Dokumen dan hubungan dengan produsen atau prinsipal.
- Dokumen teknis produk.
- Permohonan izin edar produk.
- Pemenuhan ketentuan impor dan distribusi.
Pendekatan tersebut membantu importir memahami bahwa AKL bukan sekadar dokumen administratif, tetapi bagian dari rangkaian legalitas produk dan kegiatan usaha.
Apakah Alat Kesehatan Impor Wajib Memiliki Izin Edar?
Pada prinsipnya, alat kesehatan yang akan dimasukkan ke Indonesia untuk diedarkan harus memenuhi ketentuan izin edar. Regulasi kesehatan juga membedakan pemasukan produk untuk diedarkan dengan pemasukan melalui mekanisme khusus untuk kebutuhan tertentu.
Artinya, importir tidak sebaiknya langsung mendatangkan produk untuk tujuan komersial sebelum memastikan status perizinannya. Ketentuan terbaru mengenai perbekalan kesehatan juga mengatur bahwa distribusi alat kesehatan dilakukan oleh produsen atau distributor yang mempunyai perizinan berusaha dan mengikuti ketentuan distribusi yang berlaku.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum impor antara lain:
- Status dan klasifikasi alat kesehatan.
- Tujuan pemasukan produk.
- Legalitas perusahaan di Indonesia.
- Hubungan dengan produsen atau prinsipal.
- Ketersediaan dokumen teknis.
- Persyaratan izin edar.
- Ketentuan impor yang berlaku.
Karena itu, pemeriksaan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko produk tertahan atau proses registrasi harus diulang karena dokumen belum sesuai.
Siapa yang Dapat Mengurus AKL Produk Impor?
Untuk produk impor, pihak yang mengajukan dan menjadi pemegang izin edar perlu memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Importir atau distributor juga harus memiliki legalitas usaha yang sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.
Hubungan antara pemegang izin edar di Indonesia dan produsen atau prinsipal luar negeri menjadi bagian penting dalam pengajuan. Dalam ketentuan mengenai izin edar alat kesehatan, terdapat pengaturan mengenai penunjukan atau hubungan keagenan untuk produk impor.
Sebelum proses dimulai, importir sebaiknya memastikan:
- Perusahaan memiliki legalitas usaha yang sesuai.
- Kegiatan usaha mencakup distribusi alat kesehatan.
- Terdapat hubungan resmi dengan produsen atau prinsipal.
- Dokumen penunjukan dapat dipenuhi.
- Produk mempunyai dokumen teknis yang diperlukan.
- Data produk konsisten antara dokumen satu dengan lainnya.
Kelengkapan aspek tersebut akan membantu proses registrasi menjadi lebih terstruktur.
Syarat Daftar Izin Edar Alat Kesehatan AKL
Persyaratan AKL dapat berbeda sesuai jenis dan klasifikasi produk. Karena itu, daftar dokumen sebaiknya ditentukan setelah produk dianalisis terlebih dahulu.
Secara umum, persiapan dapat mencakup:
- Legalitas perusahaan pemohon.
- Perizinan berusaha yang relevan.
- Surat penunjukan dari produsen atau prinsipal.
- Dokumen legalitas produsen luar negeri.
- Certificate of Free Sale atau dokumen sejenis sesuai ketentuan.
- Informasi dan spesifikasi produk.
- Dokumen teknis dan mutu.
- Label atau penandaan produk.
- Petunjuk penggunaan jika dipersyaratkan.
- Dokumen pendukung lainnya sesuai jenis alat kesehatan.
Untuk produk impor, dokumen seperti Certificate of Free Sale menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Ketentuan lama mengenai izin edar juga secara eksplisit mengatur persyaratan CFS untuk permohonan produk impor.
Apa Itu Surat Penunjukan dari Prinsipal?
Surat penunjukan atau bukti hubungan resmi dengan produsen/prinsipal menjadi bagian penting dalam pengurusan produk impor. Dokumen ini menunjukkan hubungan antara perusahaan di Indonesia dengan pihak yang memiliki atau memproduksi produk di luar negeri.
Dalam regulasi sebelumnya, hubungan keagenan atau distributor dapat dibuktikan melalui bentuk dokumen seperti surat penunjukan dan perjanjian kerja sama.
Importir sebaiknya memastikan:
- Nama produsen konsisten.
- Nama prinsipal sesuai dokumen.
- Nama produk tidak berbeda-beda.
- Masa berlaku dokumen masih sesuai.
- Ruang lingkup penunjukan jelas.
- Dokumen dapat digunakan untuk kebutuhan registrasi.
Kesalahan pada dokumen prinsipal dapat menjadi salah satu kendala yang membuat proses administrasi perlu diperbaiki.

Cara Daftar Izin Edar AKL untuk Produk Impor
Proses pengurusan sebaiknya dimulai dari pemeriksaan produk, bukan langsung mengisi permohonan. Setiap alat kesehatan memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang dapat memengaruhi persyaratan registrasinya.
1. Konsultasi Produk
Importir menyampaikan nama produk, fungsi, produsen, negara asal, dan informasi teknis yang tersedia.
2. Identifikasi dan Klasifikasi
Produk dianalisis untuk mengetahui jenis serta klasifikasi yang relevan.
3. Pemeriksaan Legalitas Perusahaan
Legalitas perusahaan dan kegiatan usaha diperiksa agar sesuai dengan aktivitas distribusi alat kesehatan.
4. Pemeriksaan Dokumen Prinsipal
Dokumen penunjukan, legalitas produsen, CFS, dan dokumen pendukung lainnya diperiksa.
5. Persiapan Dokumen Teknis
Informasi mengenai spesifikasi, keamanan, mutu, manfaat, label, dan dokumen teknis lainnya dipersiapkan sesuai kebutuhan produk.
6. Registrasi Produk
Permohonan diajukan melalui sistem registrasi alat kesehatan yang disediakan Kementerian Kesehatan. Sistem resmi tersebut memang digunakan untuk proses perizinan produk alat kesehatan dan PKRT.
7. Evaluasi dan Perbaikan
Apabila terdapat permintaan perbaikan atau dokumen tambahan, pemohon perlu memberikan tanggapan sesuai mekanisme yang berlaku.
8. Penerbitan Izin Edar
Apabila seluruh tahapan telah memenuhi ketentuan dan permohonan disetujui, izin edar diterbitkan sesuai prosedur yang berlaku.
Bagaimana Menentukan Klasifikasi Alat Kesehatan?
Klasifikasi produk merupakan bagian penting dalam registrasi. Kesalahan mengidentifikasi produk dapat menyebabkan dokumen yang disiapkan tidak sesuai dengan kebutuhan registrasi.
Penentuan dapat mempertimbangkan:
- Fungsi utama alat.
- Tujuan penggunaan.
- Cara kerja produk.
- Lama penggunaan.
- Bagian tubuh yang berkaitan.
- Tingkat risiko.
- Karakteristik teknis produk.
Importir sebaiknya tidak menentukan klasifikasi hanya berdasarkan nama dagang. Dua produk dengan nama yang mirip dapat mempunyai fungsi dan karakteristik berbeda.
Karena itu, analisis produk sebelum registrasi dapat membantu menentukan dokumen dan proses yang perlu dipersiapkan.
Dokumen Teknis Apa yang Perlu Disiapkan?
Dokumen teknis menjadi bagian penting karena Kementerian Kesehatan perlu memperoleh informasi yang cukup mengenai produk yang akan diedarkan.
Dokumen dapat mencakup:
- Spesifikasi produk.
- Deskripsi dan fungsi alat.
- Tujuan penggunaan.
- Informasi bahan.
- Informasi produsen.
- Label produk.
- Petunjuk penggunaan.
- Data keamanan dan kinerja.
- Dokumen mutu.
- Dokumen lain sesuai klasifikasi dan jenis produk.
Tidak semua alat kesehatan mempunyai persyaratan teknis yang sama. Semakin spesifik karakteristik produk, semakin penting memastikan dokumen yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan registrasi.
Berapa Lama Proses Pengurusan AKL?
Lama proses pengurusan AKL tidak dapat disamakan untuk semua produk. Waktu sangat bergantung pada jenis alat kesehatan, klasifikasi, kelengkapan dokumen, hasil evaluasi, serta apakah terdapat permintaan perbaikan atau tambahan data.
Kementerian Kesehatan saat ini menyediakan sistem Registrasi Alat Kesehatan dan PKRT secara online untuk memfasilitasi proses perizinan.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi waktu antara lain:
- Kelengkapan dokumen.
- Ketepatan klasifikasi produk.
- Kualitas dokumen teknis.
- Kelengkapan dokumen produsen.
- Hasil evaluasi.
- Kecepatan memberikan tanggapan.
- Perubahan atau penyesuaian regulasi.
Karena itu, estimasi waktu sebaiknya diberikan setelah produk dan dokumen diperiksa terlebih dahulu, bukan sekadar berdasarkan janji penyelesaian.
Berapa Biaya Mengurus Izin Edar Alat Kesehatan Impor?
Biaya pengurusan AKL terdiri dari beberapa komponen dan tidak selalu sama untuk setiap produk. Selain biaya resmi pemerintah, perusahaan yang menggunakan jasa pendampingan juga perlu memperhitungkan biaya jasa.
Komponen biaya dapat meliputi:
- PNBP atau biaya resmi sesuai jenis layanan.
- Biaya jasa pendampingan.
- Persiapan dan penerjemahan dokumen apabila diperlukan.
- Pengurusan dokumen pendukung.
- Biaya lain sesuai kondisi produk.
Besarnya biaya dapat dipengaruhi oleh klasifikasi dan kompleksitas produk. Oleh sebab itu, estimasi yang akurat sebaiknya diberikan setelah dokumen dan produk diperiksa.
Apa Perbedaan AKL dan IDAK?
AKL dan IDAK sering dianggap sebagai dokumen yang sama, padahal keduanya mempunyai fungsi berbeda. AKL berkaitan dengan izin edar produk alat kesehatan, sedangkan perizinan distributor berkaitan dengan legalitas perusahaan dalam menjalankan kegiatan distribusi alat kesehatan.
Keduanya dapat saling berkaitan dalam kegiatan usaha, tetapi tidak dapat dipertukarkan.
Secara sederhana:
- AKL → legalitas peredaran produk alat kesehatan tertentu.
- IDAK → perizinan usaha distributor alat kesehatan.
- CDB → aspek tata kelola distribusi yang baik.
- Dokumen prinsipal → bukti hubungan dengan produsen atau pemilik produk.
Ketentuan terbaru juga menegaskan bahwa distributor alat kesehatan harus memiliki perizinan berusaha dan distribusi dilakukan sesuai ketentuan CDB.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengurus AKL
Pengurusan izin edar dapat menjadi lebih lama apabila dokumen tidak konsisten atau persyaratan produk belum dipahami sejak awal.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- Salah menentukan klasifikasi produk.
- Dokumen prinsipal tidak sesuai.
- Nama produk berbeda antara dokumen.
- Spesifikasi teknis tidak lengkap.
- Dokumen CFS bermasalah.
- Label tidak sesuai persyaratan.
- Legalitas perusahaan belum sesuai.
- Tidak menanggapi permintaan perbaikan tepat waktu.
Persiapan yang sistematis dapat membantu mengurangi risiko kesalahan administratif dan teknis.
Peraturan Terbaru yang Perlu Diperhatikan pada 2026
Pelaku usaha alat kesehatan perlu memperhatikan perkembangan regulasi karena ketentuan sektor kesehatan dapat berubah. Salah satu regulasi penting yang berlaku pada 2026 adalah Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perbekalan Kesehatan. Regulasi tersebut ditetapkan pada 17 April 2026 dan diundangkan pada 4 Mei 2026.
Permenkes tersebut juga mencabut sejumlah regulasi sebelumnya, termasuk Permenkes Nomor 62 Tahun 2017 tentang Izin Edar Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro dan PKRT.
Karena itu, pelaku usaha sebaiknya tidak hanya mengandalkan artikel atau checklist lama. Proses pengurusan AKL perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku saat permohonan diajukan.
Mengapa Menggunakan Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan?
Bagi importir yang baru pertama kali melakukan registrasi, banyaknya dokumen dan tahapan dapat membuat proses terasa rumit. Pendampingan profesional dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan produk sebelum permohonan diajukan.
Layanan pendampingan dapat meliputi:
- Konsultasi awal produk.
- Analisis klasifikasi alat kesehatan.
- Pemeriksaan dokumen perusahaan.
- Pemeriksaan dokumen prinsipal.
- Penyusunan checklist registrasi.
- Pendampingan registrasi.
- Pendampingan perbaikan dokumen.
- Pemantauan proses.
Pendampingan tidak berarti menjamin izin edar pasti terbit. Keputusan tetap berada pada instansi berwenang berdasarkan hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku.
Mengapa Memilih PERMATAMAS?
PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan pengurusan izin edar alat kesehatan secara lebih terstruktur. Tim dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan dokumen sejak awal sehingga importir memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan yang harus dilakukan.
Layanan kami meliputi:
- Konsultasi produk alat kesehatan.
- Analisis kebutuhan registrasi.
- Pemeriksaan dokumen perusahaan.
- Pemeriksaan dokumen produsen/prinsipal.
- Pendampingan persiapan dokumen teknis.
- Pendampingan proses registrasi.
- Pemantauan proses administrasi.
- Pendampingan apabila terdapat permintaan perbaikan.
PERMATAMAS berupaya membuat proses pengurusan lebih mudah dipahami dan tertata, dengan tetap mengikuti ketentuan Kementerian Kesehatan yang berlaku.
Cara Mengurus AKL Produk Impor Secara Resmi Bersama PERMATAMAS
Cara daftar izin edar alat kesehatan AKL untuk produk impor secara resmi perlu dimulai dengan memastikan legalitas perusahaan, status produk, klasifikasi, hubungan dengan produsen atau prinsipal, serta kelengkapan dokumen teknis. Jangan hanya berfokus pada pengajuan karena kesalahan pada tahap persiapan dapat memengaruhi kelancaran proses berikutnya.
Pada 2026, pelaku usaha juga perlu memperhatikan perubahan regulasi, khususnya Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perbekalan Kesehatan yang saat ini berstatus berlaku. Informasi layanan registrasi juga tersedia melalui platform resmi Kementerian Kesehatan untuk proses perizinan alat kesehatan dan PKRT.
Jika perusahaan Anda ingin mengimpor dan mengedarkan alat kesehatan di Indonesia, PERMATAMAS siap membantu melalui layanan Jasa Pengurusan Izin Alat Kesehatan, mulai dari konsultasi, pemeriksaan dokumen, analisis produk, persiapan registrasi, hingga pendampingan proses. Dengan persiapan yang tepat, proses legalitas produk dapat dilakukan secara lebih profesional, terarah, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
KONSULTASI GRATIS
FAQ – Cara Daftar Izin Edar Alat Kesehatan AKL untuk Produk Impor Secara Resmi
1. Apa itu izin edar AKL?
AKL adalah nomor izin edar untuk alat kesehatan impor yang memenuhi persyaratan dan ketentuan Kementerian Kesehatan.
2. Siapa yang wajib mengurus izin edar AKL?
Importir atau perusahaan yang bertanggung jawab atas peredaran alat kesehatan impor di Indonesia perlu mengurus izin edar sesuai ketentuan.
3. Bagaimana cara mengurus izin edar AKL?
Prosesnya meliputi persiapan legalitas, dokumen teknis, data produk, pengajuan melalui sistem resmi, serta proses evaluasi.
4. Apa saja dokumen yang dibutuhkan?
Umumnya diperlukan legalitas perusahaan, data produk, dokumen dari produsen, sertifikat atau dokumen mutu, label, serta dokumen teknis sesuai jenis alat kesehatan.
5. Apakah produk impor harus memiliki izin edar sebelum dijual?
Ya. Alat kesehatan impor yang wajib memiliki izin edar harus memenuhi ketentuan perizinan sebelum diedarkan di Indonesia.
6. Apakah setiap produk alat kesehatan impor membutuhkan AKL?
Kebutuhan izin edar bergantung pada klasifikasi dan jenis produk sesuai ketentuan alat kesehatan yang berlaku.
7. Berapa lama proses pengurusan izin AKL?
Waktu proses bergantung pada klasifikasi produk, kelengkapan dokumen, serta hasil evaluasi dan pemenuhan persyaratan.
8. Berapa biaya pengurusan izin edar AKL?
Biaya dapat terdiri dari biaya resmi pemerintah dan biaya jasa pendampingan apabila menggunakan konsultan.
9. Apa yang terjadi jika dokumen AKL belum lengkap?
Pengajuan dapat memerlukan perbaikan atau pemenuhan dokumen sebelum proses evaluasi dapat dilanjutkan.
10. Apakah PERMATAMAS membantu pengurusan izin edar AKL?
Ya. PERMATAMAS dapat membantu klasifikasi produk, persiapan dokumen, pengajuan, dan pendampingan proses izin edar alat kesehatan impor.
